Baca Juga
Hal itu disampaikan Agus Mawardi melalui akun Facebook (FB)-nya, Sabtu (13/06/2026).
"Proyek paving blok ini masif tahun 2025 lalu, rata-rata mengambilnya di Firma 19. Otak itu terus yang dipakai untuk berkuasa," beber pemilik akun FB Bima Mawardi.
Menurutnya, masyarakat kota bima sudah dikadalin oleh penguasa, program diakali oleh Bapaknya Anggota Dewan, AD sebagai Ketua DPRD.
Buktinya, semua jalan yang ke tanah Ketua DPRD di gunung rontu sudah di aspal. Tujuannya hanya untuk kepentingan akomodasi perusahaan yang dipimpin oleh anaknya diposisi direktur (AD).
"Kalau begini cara berkuasa hanya untuk mengatur hingga membangun kastil kejayaan pribadi menjadi orang terkaya. Bukan wujud pengabdian kepada daerah dan masyarakat luas," sebut Agus Mawardi.
Sebagai direktur Firma 19, Ibu dewan inisial AD harus bertanggung jawab.
Pertanyaannya, ditengah menjadi Mitra KSO proyek NUfrep, Jiica dan APBN yang total proyeknya hampir Rp500 miliar. Sekitar 30% dari anggaran itu masuk ke rekening Firma 19 sebagai pasok galian C atau sekitar Rp150 milliar? Berapa PAD yang disetorkan ke Pemkot?
Sayangnya hingga saat ini, baik Ketua DPRD maupun Anggota Dewan inisial AD belum berhasil dikonfirmasi.
#Anhar Amanan#



0 Komentar