BERITA TERKINI

6/recent/ticker-posts

"Beraroma Korupsi", Aktivitas Perusahaan Milik Anak Ketua DPRD Kota Bima Disorot

Baca Juga


Kota Bima - Warga Kota Bima, Agus Mawardi secara terang-terangan menyoroti aktivitas Perusahaan Firma 19 di Gunung Rontu, Kota Bima. Masalahnya, kegiatan perusahaan milik Anggota DPRD Kota Bima inisial AD beraroma korupsi.

Hal itu disampaikan Agus Mawardi melalui akun Facebook (FB)-nya, Sabtu (13/06/2026).


Pada postingannya, Mawardy Agus membeberkan fakta terkait aktivitas perusahaan putri tercinta Ketua DPRD Kota Bima tersebut. Faktanya,  di lokasi mesin Pemecah Batu (stone cluster) perusahaan  Firma 19 rupanya ada produksi paving blok.

"Proyek paving blok ini masif tahun 2025 lalu, rata-rata mengambilnya di Firma 19. Otak itu terus yang dipakai untuk berkuasa," beber pemilik akun FB Bima Mawardi.

Menurutnya, masyarakat kota bima sudah dikadalin oleh penguasa, program diakali oleh Bapaknya Anggota Dewan, AD sebagai Ketua DPRD.


"Saya merasa kita warga kota Bima dikadalin oleh penguasa. Saat program diakali oleh Ketua DPRD untuk memperkaya dirinya," ujar Agus Mawardi.

Buktinya, semua jalan yang ke tanah Ketua DPRD di gunung rontu sudah di aspal. Tujuannya hanya untuk kepentingan akomodasi perusahaan yang dipimpin oleh anaknya diposisi direktur (AD).

"Kalau begini cara berkuasa hanya untuk mengatur hingga membangun kastil kejayaan pribadi menjadi orang terkaya. Bukan wujud pengabdian kepada daerah dan masyarakat luas," sebut Agus Mawardi.

Pada kesempatan itu, aktifis yang dikenal berani juga meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB untuk jalan-jalan ke Bima.
"Lihatlah cara penguasa di daerah ini, bagaimana APBD diobok-obok untuk kepentingan pribadi, keluarga dan kelompoknya saja," ungkapnya.

Sebagai direktur Firma 19, Ibu dewan inisial AD harus bertanggung jawab.

Pertanyaannya, ditengah menjadi Mitra KSO proyek NUfrep, Jiica dan APBN yang total proyeknya hampir Rp500 miliar. Sekitar 30% dari anggaran itu masuk ke rekening Firma 19 sebagai pasok galian C atau sekitar Rp150 milliar? Berapa PAD yang disetorkan ke Pemkot?

Sayangnya hingga saat ini, baik Ketua DPRD maupun Anggota Dewan inisial AD belum berhasil dikonfirmasi.


#Anhar Amanan#

Posting Komentar

0 Komentar