BERITA TERKINI

6/recent/ticker-posts

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN 1.1

Baca Juga

 


Tulisan ini tentang berbagai hal selama saya mengikuti kegiatan Program Pendidikan Calon Guru Penggerak Angkatan 8 yang di himpun dari rangkaian Facts/peristiwa, Feelings/perasaan, Findings/pembelajaran dan Future/penerapan (model refleksi Dr.Roger Greenaway) dalam kurun waktu dua minggu untuk Modul 1.1 tentang Filosofi Pemikiran Ki Hajar Dewantara.
Jurnal Refleksi di pandang sebagai salah satu elemen kunci pengembangan keprofesian karena dapat mendorong guru dalam menerapkan teori dan praktik, serta menumbuhkan keterampilan dalam mengevaluasi sebuah topik secara kritis (Bain,dkk:1999).

- Facts (Peristiwa)

Di tanggal lahir saya 26 April 2023 (hanya tahun yang berbeda), para Calon Guru Penggerak Nusa Tenggara Barat gelombang pertama di kumpulkan dalam 1group whatsApp CGP 08 NTB
yang di dalamnya berisikan beragam informasi terkait persiapan dan pelaksanaannya, pembagian kelas, berkenalan satu sama lain, diskusi dan tanya jawab ringan.
Pada tanggal 10 Mei 2023 saya mengikuti acara pembukaan PGP A8 secara virtual melalui link e-learning-gp di SIMPKB pukul 11.00 WIB yang telah diinfokan oleh BGP NTB sebelumnya. Pembukaan dibuka oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia Bapak Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Ibu Prof.Dr.Nunuk Suryani, M.Pd dan Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah dan Tenaga Kependidikan Bapak Praptono, M.Ed. Pada hari yang sama juga saya diinformasikan melalui untuk mengikuti BIMTEK LMS oleh BGP NTB yang akan berlangsung pada tanggal 11-12 Mei 2023 secara virtual melalui link yang dibagikan di grup WA. Setelah menyelesaikan Bimtek, saya di arahkan untuk menjawab pre test LMS pada SIMPKB. 
Berdasarkan surat edaran di grup, pada tanggal 13 Mei 2023 saya mengikuti kegiatan Lokakarya 0 atau Lokakarya Orientasi secara luring yang bertempat di SMP Negeri 5 Kota Bima. Kegiatan Lokakarya di mulai pada pukul 08.00-15.45 WITA yang di adakan oleh Balai Guru Penggerak NTB, hadir bersama Calon Guru Penggerak 14 orang, Kepala Sekolah, Pengawas dan Kepala Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bima.
Pertemuan pertama yang begitu mengesankan, bisa bertatap muka dengan rekan-rekan guru sesama CGP KOTA BIMA dari pendidikan Taman Kanak-Kanak, SDN, SMP dan SMA juga berkenalan dengan para Pengajar Praktik yang berjumlah 3 orang. Alhamdulillah saya berada di kelas 05 mendapat bimbingan dari Pengajar Praktik perempuan (satu di antara dua PP laki-laki) Ibu Rahmah Fitriah.
Tanggal 14 Mei 2023 saya diundang masuk grup Fasilitator Bapak Alif Ilman Mansyur
Di grup fasilitator inilah saya di pandu lewat pembelajaran daring untuk berselancar di LMS, mulai dari mengenal Profil Ki Hajar Dewantara melalui materi video, membaca Modul Pemikiran Ki Hajar Dewantara, Melakukan diskusi secara virtual, membuat tugas Demonstrasi Kontekstual, Kolaborasi Pemahaman antar materi dengan mengajukan pertanyaan, Mengikuti Elaborasi Pemahaman bersama Instruktur Ibu Santi Susanto yang pada akhirnya membawa saya pada tugas akhir Modul 1.1 ini yaitu aksi nyata dan menuliskan jurnal refleksi dwi mingguan.
 - Feelings/perasaan

Kalau bisa saya ibaratkan, manis asam asin rasanya. Manis karena berhasil lolos setelah melalui tahapan seleksi CGP, tambah ilmu tambah wawasan dan tambah teman. Asam karena keteteran memenej waktu. Asin karena belum mahir menggunakan IT, duduk depan laptop berjam-jam belajar menggunakan aplikasi pendukung pembelajaran, pundak pegal, jari-jari kram, benar-benar berada pada fase ingin teriak tapi dikalahkan oleh keyakinan. Mulai tergerak dan bergerak untuk belajar demi generasi yang lebih baik, menyesuaikan waktu dan menyelesaikan tugas bahkan sebelum batas waktu yang di tetapkan. Banyak jalan menuju Roma, banyak tanya pada teman-teman yang telah mahir IT di grup maupun di luar grup, rajin buka google baca ini dan itu-lihat sana dan sini,  Alhamdulillah di nikmati dengan rasa syukur. Segala sesuatu tentu melalui proses untuk mencapai progres.

-Findings/Pembelajaran

Setelah membaca, mempelajari dan menghayati modul 1.1 tentang Filosofi Pemikiran Ki Hajar Dewantara, mulai mengerti bahwa tugas sebagai pendidik bukan hanya sekedar mentransfer ilmu, tugas sebagai pendidik mencakup segala aspek yang bersifat menuntun peserta didik menikmati proses pembelajaran dengan bahagia melalui konsep pendidikan yang menghamba pada anak yang merupakan penghargaan guru terhadap peserta didik sebagai manusia yang memiliki kodrat bawaan dari sang pencipta dan juga terlahir dari jaman yang dinamis namun tetap berpegang pada nilai-nilai kemanusiaan dan konteks sosial budaya sehingga mencapai keselamatan dalam hidupnya. Sudahkah saya memberikan ruang merdeka bermain bagi peserta didik? Faktanya, belum sepenuhnya 
-Future/penerapan

Pada prinsipnya setiap pendidik menginginkan yang terbaik untuk peserta didiknya, demikian juga saya. Hal pertama yang ingin saya terapkan setelah mempelajari moddul 1.1 ini adalah mengubah mindset orang tua peserta didik akan harapan yang berlebihan terhadap Sekolah Taman Kanak-Kanak, mengubah metode pembelajaran yang tidak selalu peserta didik belajar di dalam kelas tapi menjadikan lingkungan sekitar juga sebagai media bermain dan belajar dan lebih banyak meluangkan waktu mendengarkan mereka bercerita tentang emosi dan perasaannya.   
 
Sekian dan Terima Kasih

Oleh: 
Siti Safrani, S.Pd
CGP 8 NTB 



Posting Komentar

0 Komentar