Baca Juga
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bima, Ruslan Alwi S.Sos mengatakan kebakaran bermula ketika seorang warga bernama Haerul diduga hendak membakar adiknya yang berada di dalam rumah.
“Pelaku diduga mengalami gangguan mental dan ingin membakar adiknya. Dari situ awal mula kebakaran terjadi,” ujar Ruslan, Sabtu (16/5/2026).
Beruntung, adik pelaku berhasil menyelamatkan diri. Namun api terlanjur membesar dan membakar seluruh bagian rumah beserta isinya sebelum akhirnya merembet ke rumah-rumah warga lainnya.
Menurut Ruslan, kondisi permukiman yang padat membuat kobaran api cepat menjalar ke bangunan di sekitarnya. Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 02.50 Wita setelah warga bernama Abdulah menghubungi call center Damkar Kabupaten Bima.
Menerima laporan tersebut, petugas langsung menerjunkan sejumlah armada ke lokasi kejadian. Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api.
“Dua unit mobil Damkar Kabupaten Bima, satu unit Damkar Kecamatan Belo, satu unit Damkar Kecamatan Palibelo, dan satu unit Damkar Kecamatan Monta tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman,” katanya.
Api akhirnya berhasil dipadamkan setelah petugas berjibaku bersama warga setempat selama beberapa jam. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Adapun warga yang rumahnya terdampak kebakaran masing-masing atas nama Haerul (38), Feriman (47), Juniansyah (35), Ruslan (47), Wahyudin (46), Andon (47), Rangga (28), Fujianu (49), Sri Andriani (40), Fahrudin (45), Edi Supriadin (47), Alimudin (37), Mandalio (80), Murni (75), dan Aldi (25).
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi warga Desa Lido yang kini harus kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat amukan si jago merah. (RED)

0 Komentar