Baca Juga
Sebuah Foto kebersamaan mereka diduga berlokasi di Amerika Serikat. Foto ini semakin menarik perhatian publik, informasinya mereka bertiga sama-sama berasal dari Desa Parado, Kabupaten Bima.
Dari sebuah desa di Kabupaten Bima, tiga nama yang kemudian dikenal melalui aktivitas dan pemberitaan di media sosial itu kini terlihat berada dalam satu bingkai di Amerika Serikat.
Pertemuan tersebut tentu memunculkan pertanyaan: apa yang mempertemukan mereka di Amerika dan dalam konteks apa foto itu dibuat?
Syaifuddin dan perkara hukum di Indonesia
Nama Syaifuddin Ibrahim sebelumnya telah menjadi perhatian nasional. Bareskrim Polri menetapkannya sebagai tersangka pada Maret 2022 dalam perkara dugaan ujaran kebencian bermuatan SARA. Penetapan itu berkaitan dengan pernyataannya di media sosial yang meminta penghapusan 300 ayat Al-Qur'an.
Polri kemudian menyatakan Syaifuddin terdeteksi berada di Amerika Serikat. Pada Mei 2022, Polri menyebut upaya pemulangan Syaifuddin masih dilakukan melalui jalur kerja sama dengan FBI dan otoritas penegak hukum Amerika Serikat.
Pada 2023, Polri juga masih menyatakan terdapat kendala dalam proses penanganannya karena perbedaan sistem hukum Indonesia dan Amerika Serikat.
Dengan latar belakang tersebut, kemunculan foto Syaifuddin bersama dua sosok asal Desa Parado, Kabupaten Bima dan ketiganya berada di Amerika tentu menjadi perhatian tersendiri.
#Jlala Lala sebelumnya diberitakan Metromini Media
Nama Jlala Lala sendiri sebelumnya telah diberitakan Metromini Media pada 7 September 2026 melalui artikel berjudul “Warga Bima Ramai Tanggapi Postingan Jlala Lala, Pemilik Akun: ‘Makasih Sarannya’.”
Pemberitaan tersebut menyoroti unggahan Facebook Jlala Lala ketika berada di Gili Trawangan, Lombok Utara, yang mendapat banyak respons dari warganet, termasuk warga Bima.
Kini, kemunculan Jlala Lala bersama Syaifuddin Ibrahim dan Cici Ketiga di Amerika kembali membuat namanya menjadi perhatian.
Cici Ketiga dilaporkan FUI Bima Raya
Sementara itu, nama Cici Ketiga juga tengah menjadi sorotan di Bima. Pada 20 Agustus 2026, Forum Umat Islam (FUI) Bima Raya dilaporkan telah membawa persoalan sejumlah konten kreator ke Polres Bima Kota.
Tiga akun yang disebut dalam pemberitaan adalah Cici Ketiga, Bajak Laut, dan Pace. FUI menilai terdapat konten yang dianggap tidak pantas dan berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat.
Perkembangan berikutnya, KabarNTB memberitakan bahwa Polres Bima Kota telah melayangkan surat panggilan kepada tiga konten kreator tersebut untuk kepentingan klarifikasi atas laporan FUI Bima Raya. Namun, pada pemberitaan tersebut pihak kepolisian disebut belum memberikan konfirmasi resmi mengenai jadwal pemeriksaan.
Dari Parado ke Amerika
Kini, tiga nama yang sama-sama dikaitkan dengan Parado itu terlihat dalam satu foto di Amerika Serikat.
Syaifuddin Ibrahim, yang memiliki perkara hukum di Indonesia dan diketahui berada di Amerika; Jlala Lala, yang sebelumnya menjadi sorotan pemberitaan Metromini Media; serta Cici Ketiga, yang tengah menghadapi laporan FUI Bima Raya.
Apakah pertemuan tersebut hanya kebetulan? Apakah ada hubungan atau agenda tertentu di balik pertemuan mereka? Atau sekadar pertemuan sesama orang yang memiliki daerah asal yang sama?
Pertanyaan-pertanyaan itu tentu masih membutuhkan penjelasan dari mereka yang berada dalam foto.
Satu hal yang menarik untuk dicatat: jarak Parado hingga Amerika Serikat ternyata tidak menghapus kemungkinan orang-orang dari satu daerah bertemu dalam satu tempat dan satu bingkai.

0 Komentar