Baca Juga
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Baznas Kota Bima untuk memperkenalkan sekaligus menanamkan pemahaman tentang zakat, infak dan sedekah kepada peserta didik sejak usia dini dan GENZIS dimulai dari SDN 29 Tanjung kota Bima.
Ketua Baznas kota Bima H. A. Latif S. Pd. I melalui kepala Pelaksana Baznas Kota Bima, Rangga Iskandar Julkarnain, mengatakan program GENZIS di lingkungan sekolah diharapkan dapat membangun kebiasaan berbagi dan kepedulian sosial di kalangan generasi muda.
Wakil ketua 1 bidang pengumpulan Baznas kota Bima Ust Mahfud menambahkan pendidikan tentang zakat, infak dan sedekah tidak hanya berkaitan dengan kewajiban keagamaan, tetapi juga memiliki nilai sosial dalam membangun kepedulian terhadap sesama.
"GENZIS ini kami dorong agar menjadi gerakan bersama di lingkungan sekolah. Anak-anak sejak dini perlu dikenalkan dengan nilai berbagi, peduli dan membantu sesama," ujar ust Mahfud.
Melalui GENZIS, Baznas Kota Bima berharap budaya zakat, infak dan sedekah dapat tumbuh secara berkelanjutan di tengah masyarakat, dimulai dari lingkungan sekolah.
Baznas Kota Bima juga mendorong adanya sinergi antara pihak sekolah, guru, orang tua dan peserta didik agar gerakan tersebut tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi semata, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua Baznas NTB Dr. Lalu Muhamad Iqbal menambahkan inovasi GENZIS dari Baznas kota Bima merupakan bagian dari ikhtiar Baznas Kota Bima untuk memperluas edukasi zakat sekaligus membangun kesadaran generasi muda mengenai pentingnya berbagi dan kepedulian sosial.
"Harapan kami, gerakan ini bisa menjadi kebiasaan baik yang terus tumbuh dan terbawa sampai mereka dewasa," katanya.(A-69)

0 Komentar