Baca Juga
Menurut Wakil Gubernur, birokrasi saat ini tidak cukup hanya menjalankan fungsi administratif. Aparatur pemerintah dituntut menjadi agen perubahan yang mampu membaca tantangan zaman, membangun inovasi, memperkuat kolaborasi, serta menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
PKN Tingkat II yang kembali diselenggarakan di NTB setelah delapan tahun menjadi momentum penting untuk melahirkan pemimpin-pemimpin birokrasi yang adaptif, inovatif, dan visioner. Para peserta diharapkan terus belajar, berani melakukan terobosan, serta mampu menerjemahkan visi pembangunan menjadi program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Penguatan kapasitas kepemimpinan menjadi bagian penting dalam mendukung agenda pembangunan NTB, khususnya pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, pengembangan pariwisata berkualitas, serta mendukung arah pembangunan nasional menuju Indonesia yang lebih maju.
Karena di tengah perubahan yang begitu cepat, yang dibutuhkan bukan sekadar birokrat yang menjalankan aturan, melainkan pemimpin yang mampu membaca perubahan dan menghadirkan solusi bagi masyarakat.(TIM)



0 Komentar