Baca Juga
![]() |
| ILUSTRASI |
Hasil penelusuran media online ini kemudian diperkuat keterangan sejumlah sumber terpercaya menyebutkan, dugaan Kejahatan semacam itu pun terjadi di Wilayah Hukum (Wilkum) Polres Bima Kota dan Polres Bima. Bukan hanya tahun 2026 ini tapi juga di tahun-tahun sebelumnya, bahkan hampir terjadi pada setiap momen panen jagung. Tujuannya adalah untuk mencari keuntungan yang jauh lebih besar, meski merugikan masyarakat tani (Petani).
Dugaan mencari keuntungan lebih besar lewat alat timbang dilakukan oleh tengkulak atau pembeli nakal dengan memanipulasi alat timbang atau melakukan pemotongan berat yang tidak wajar dengan alasan penyusutan.
Jika dugaan manipulasi alat timbang dilakukan agar berat gabah jagung berkurang. Lain halnya dengan dugaan manipulasi alat ukur kadar air (Moisture Meter) yang justeru menambah kadar air menjadi lebih tinggi. Bahkan pembeli berani mengklaim jagung terlalu basah (kadar air tinggi) untuk menekan harga serendah mungkin atau memotong berat timbangan secara sepihak melebihi standar normal.
Dugaan manipulasi alat ukur kadar air ditemukan pada sejumlah pengepul jagung, baik yang berlokasi di Kota Bima maupun Kabupaten Bima. Sebagian besar pengepul jagung menggunakan alat ukur kadar air (Moisture Meter) merk GMM - Mini dengan harga dibawah 10 Juta. Tera ulang pun dilakukan oleh Badan Meteorologi Ilegal Lombok Tengah (Loteng) dan Semarang.
Untuk mendapatkan kejelasan terkait kadar air, wartawan melakukan uji kadar air pada Dua Perusahaan Pengepul Jagung yang berlokasi di Kelurahan Tanjung Kecamatan Rasana'e Barat Kota Bima. Sebut saja, CV.Mitra Tani dan Perusahaan milik H.Roji.
Uji kadar air jagung pertama dilakukan pada pengepul jagung CV Mitra Tani dengan Moisture Meter merk GMM - Mini. Hasilnya, kadar air 14,5 %.
Sample yang sama kemudian di uji ke Gudang milik H.Roji, merk Moisture Meter-nya adalah PM-450. Hasilnya, kadar air 14,8%.
Artinya, hasil uji kadar air dengan dua alat yang berbeda, sampel yang sama pada Dua Perusahaan Pengepul Jagung tersebut terdapat perbedaan (selisih) kadar air, CV Mitra Tani 14,5% dan Gudang H.Roji 14,8%.

0 Komentar