BERITA TERKINI

6/recent/ticker-posts

Ina Ico, Perempuan Hebat & Berjasa ini Dihina, Dicaci & Dipermalukan di Medsos

Baca Juga

Foto Ina Ico


Bima - Belakangan ini, perhatian netizen sepertinya fokus pada persoalan antara Ina Ico dan Alfinah.   Perempuan  yang dianggap hebat dan berjasa  ini bukannya dikenang dan dihormati. Tapi justeru di hina, di caci dan dipermalukan (arak) di Media Sosial (Medsos).


Ina Ico diketahui  berdomisili di Desa Kananta Kecamatan Soromandi ini. Bagi masyarakat Soromandi, Ina Ico merupakan perempuan hebat yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah. Saking pedulinya hingga menghibahkan tanah miliknya untuk pembangunan kantor camat Soromandi.


Warga Desa Punti, Fathur Makacumpu melalui akun Facebook (FB)-nya menulis tentang sosok, pengabdian dan pengorbanan Ina Ico untuk pembangunan daerah.


"Ina Ico adalah perempuan hebat yang pernah menorehkan cerita besar di Kecamatan Soromandi. Beliau bukan hanya dikenal karena sosoknya, tetapi juga karena kepeduliannya terhadap pembangunan daerah. Salah satu bukti nyata pengabdiannya adalah ketika beliau menghibahkan sebagian hartanya untuk pembangunan Kantor Camat Soromandi.


Jadi, kepada siapa pun yang memasang atau menempatkan nama Ina Ico, jangan hanya melihat sosoknya hari ini. Bacalah sejarahnya, pahami jasanya, dan hormati perjuangannya.Sebab orang yang tidak pernah membaca sejarah, akan mudah menilai tanpa mengetahui perjalanan panjang di balik sebuah nama.


Ina Ico adalah bagian dari sejarah Soromandi. Jasanya patut dikenang, bukan dilupakan.


Sementara keluarga Ina Ico lebih memilih menempuh jalur hukum dalam menyikapi hinaan dan cacian tersebut.Keluarga Ina Ico melaporkan akun Facebook bernama Nuradi Nuradi Adi ke Polres Bima. 


Laporan itu dibuat setelah keluarga keberatan dengan unggahan akun tersebut yang dinilai menghina dan mencemarkan nama baik Ico.


Laporan dilayangkan pada Rabu (26/8). Dalam unggahannya, pemilik akun yang diketahui bernama Arfinah mencantumkan foto Ico disertai tulisan yang dinilai keluarga mengandung kata-kata kasar dan tidak pantas.


Salah seorang keluarga Ina Ico, Ansar, mengatakan pihaknya memilih menempuh jalur hukum karena unggahan tersebut telah melukai perasaan keluarga. "Kami sudah melapor ke Polres Bima tadi," ujar Ansar.


Ansar menyebut, keluarga tidak mengetahui adanya persoalan antara Ico dan Arfinah. Menurutnya, jika memang ada persoalan dengan pihak lain, semestinya persoalan tersebut tidak diarahkan kepada Ico.


"Kalau ada masalah dengan orang lain, jangan Ina Ico yang jadi sasaran. Yang jelas, kami sebagai keluarganya tidak terima," tegasnya.


Dia juga mempertanyakan alasan Arfinah menjadikan sasaran cacian apabila persoalan sebenarnya berkaitan dengan orang lain.


"Kalau bermasalah dengan anaknya, jangan ibunya yang dihina?" terang Ansar.


Saat membuat laporan, Ansar turut menyerahkan sejumlah bukti kepada polisi. Salah satunya berupa tangkapan layar unggahan akun Facebook tersebut.


"Kami sudah lampirkan juga screenshot unggahan akun Facebook," ujarnya.


Ansar berharap bukti tersebut dapat membantu polisi menelusuri dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik yang dipersoalkan keluarganya.


Selain melapor ke polisi, keluarga Ina Ico juga berencana mengadukan Arfinah ke Pemprov NTB melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB.


Ansar mengatakan, pihak keluarga telah mengidentifikasi Arfinah sebagai pekerja migran Indonesia (PMI). Keluarga juga menduga Arfinah memiliki aktivitas yang berkaitan dengan penyaluran PMI.


Meski demikian, Ansar mengatakan pihaknya masih akan memastikan status serta legalitas aktivitas tersebut melalui instansi terkait.


"Kami akan pastikan ke Disnakertrans NTB, apakah dia legal atau ilegal," ujarnya.


Keluarga juga berencana menyampaikan pengaduan kepada pihak imigrasi serta Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).


Jika nantinya ditemukan perusahaan milik Arfinah merupakan perusahaan penyalur PMI yang legal, keluarga meminta legalitas perusahaan tersebut ikut diperiksa.


"Kami akan melaporkan juga ke BP2MI agar mencabut izin perusahaan Arfinah sebagai penyalur PMI jika memang legal," tegas Ansar.


Dia menegaskan seluruh langkah tersebut ditempuh karena keluarga keberatan dengan unggahan yang dinilai menyerang pribadi Ina Ico.


"Ini kami lakukan karena keluarga tidak terima dengan unggahan tersebut. Kami sudah berkoordinasi dengan keluarga di Mataram dan Jakarta," pungkasnya.


Pantauan media ini, akun Facebook Nuradi Nuradi Adi masih aktif. Namun, pemilik akun membatasi akses profil dan unggahannya sehingga sejumlah konten hanya dapat dilihat oleh pengguna yang berteman dengan akun tersebut.(RED)

Posting Komentar

0 Komentar