Baca Juga
Pesan tersebut disampaikan saat membuka Latsar CPNS yang diikuti 114 peserta di Aula Rinjani BPSDMD Provinsi NTB, Senin (13/4).
Dalam arahannya, Wagub menegaskan bahwa perubahan status menjadi ASN tidak boleh mengubah jati diri dalam kehidupan sosial maupun keluarga.
Selain itu, Wagub juga mengimbau peserta untuk menerapkan gaya hidup sederhana guna menjaga keharmonisan lingkungan kerja dan menghindari kesenjangan sosial.
“Kemudian tampilah sederhana karena bisa jadi bapak/ibu akan bekerja di lingkungan yang tidak semuanya memiliki ekonomi yang cukup. Karena kesenjangan-kesenjangan yang ada akan menciptakan iklim di lingkungan kerja kita yang berimbas kepada kinerja dan semangat kita semua. Tampil sederhana tidak akan mengurangi identitas dan kesahajaan bapak/ibu sekalian sebagai abdi negara,” tambahnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan keuangan pribadi bagi ASN. Menurutnya, kondisi finansial yang sehat berpengaruh terhadap stabilitas emosi dan produktivitas kerja.
“Gaji tidak boleh nol atau min, karena gaji bapak/ibu adalah penyemangat yang mengingatkan kita sejak kita bangun mulai dari hari Senin sampai dengan Jumat, yang menjaga emosi dan semangat kita bersama,” pungkasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Setda Provinsi NTB Eva Dewiyani, Kepala BPSDMD Provinsi NTB Fathurrahman, serta sejumlah kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi NTB.
#Anhar Amanan#


0 Komentar