Baca Juga
![]() |
| Foto : Lukman |
Hal.itu dialami Lukman, warga asal Desa Rasabou Kecamatan Bolo Kabupaten Bima. Lukman mengajukan kredit GRIYA sebesar Rp500 juta pada PT Bank BNI Cabang Bima. Pengajuan dilakukan pada bulan Maret 2026 lalu dengan agunan (jaminan) Sertifikat Rumah miliknya.
Semua berkas sudah dilengkapi, praktis permohonan kredit Lukman bahkan sudah di acc oleh bagian kredit Bank BNI. Hanya saja, nominalnya tidak sebesar yang diajukan pemohon, Lukman.
"Saya ajukan Rp500 juta tapi yang di setujui dibawah dari itu, berapapun jumlahnya bagi saya itu tidak menjadi masalah. Karena saya ingin mengembangkan usaha
Namun yang jadi persoalan ketika management Bank BNI tiba-tiba mempersulit permohonan kredit dari Lukman. Alasan management Bank tersebut karena istri Lukman terdata sebagai salah satu nasabah macet pada Mega Auto Finance (MAF) Bima dengan otal pinjaman Rp7.500.000.
"Faktanya, istri saya tidak pernah menjadi nasabah atau meminjam uang pada MAF. Fakta itu diperkuat dengan data di MAF, ditambah lagi dengan keberadaan BPKB motor yang disebut-sebut sebagai jaminan kredit di MAF. Hingga saat ini, BPKB sepeda motor masih ditangan kami, jadi tidak pernah dijadikan agunan di Bank manapun termasuk di MAF,"
Upaya untuk memperoleh kepastian terkait permohonan kredit di Bank BNI terus dilakukan, Lukman beserta istrinya bahkan sudah tiga kali mendatangi bank tersebut. Terakhir, pasangan suami istri (pasutri) tersebut ke BNI Rabu (15/04/2026) kemarin. Namun usaha dalam kaitan itu tidak juga membuahkan hasil.
"Setelah alasan macet kredit di MAF terbantahkan, mereka kemudian berjanji akan menghubungi saya. Tapi tidak juga dihubungi, sehingga saya kembali mendatangi mereka Rabu kemarin. Sempat terjadi ketegangan, karena tidak mengijinkan saya untuk bertemu langsung dengan Kepala Bank BNI,"
Sebelumnya, Lukman tercatat sebagai Nasabah Bank BNI di Tahun 2024 lalu dengan total pinjaman Rp.250 juta. Lukman merupakam salah satu nasbah yang tidak pernah macet dan memiliki riwayat kredit Kolektibilitas 1 (Lancar). Karena rutin membayar angsuran tepat waktu.
"Selama 25 Bulan, saya rutin membayar angsuran tepat waktu, jangankan melewati hari , lewat jam saja tidak pernah. Mungkin karena itu, sales bank BNI menawarkan saya untuk mengajukan kredit Tahun 2026 ini. Tapi saya dipersulit walau saya rutin membayar angsuran tepat waktu," pungkasnya.
Hingga saat ini, pihak PT Bank BNI Cabang Bima belum berhasil dikonfirmasi terkait persoalan yang dialami Lukman.

0 Komentar