Baca Juga
Sebab, Sekolah didorong bukan hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang yang aman bagi anak untuk tumbuh, berprestasi dan membangun masa depan.
Pesan Wagub NTB untuk Siswa : Jaga Diri, Jaga Pergaulan & Tunjukan Prestasi
Selain kekerasan dan perundungan, Wagub memberi perhatian khusus terhadap pencegahan pernikahan usia anak. Umi Dinda mengatakan masa sekolah harus dimanfaatkan untuk membangun pengetahuan, karakter dan prestasi sebelum memasuki kehidupan berkeluarga.
Pada kesempatan tersebut, Umi Dinda menitip pesan penting untuk siswa. Apa pesan Wagub Umi Dinda untuk para siswa?
Adalah menjaga diri, jaga pergaulan pergaulan dan menjadi bagian dari gerakan pencegahan di lingkungan masing-masing.
“Jaga diri kalian, jaga pergaulan, dan yakinkan bahwa kalian harus menunjukkan prestasi sebelum menuju ke jenjang rumah tangga. Mari kita semua berkomitmen menjadi duta untuk menolak setiap bentuk kekerasan dan membatasi usia pernikahan,” pesannya.
Sementara Kepala SMAN 1 Terara, Halid, menyambut baik penguatan edukasi tersebut. Dengan jumlah warga sekolah yang besar, menurutnya, tanggung jawab sekolah tidak berhenti pada pencapaian akademik dan nonakademik, tetapi juga memastikan setiap siswa belajar dalam lingkungan yang aman dan nyaman.
SMAN 1 Terara saat ini memiliki 1.476 siswa, 79 guru, dan 17 tenaga kependidikan. Besarnya komunitas sekolah tersebut membuat penguatan pencegahan kekerasan dan perlindungan anak menjadi bagian penting dalam pengelolaan lingkungan pendidikan.
Sosialisasi turut dihadiri Ketua GOW Lombok Timur Mahyu Wardani, Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Provinsi NTB Syamsul Hadi, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi NTB Ashari, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB Lalu Hamzi Fikri, Kepala BKKBN Provinsi NTB Lalu Makripuddin, serta jajaran pengurus harian BKOW Provinsi NTB.
Dari SMAN 1 Terara, pesan yang dibangun Pemprov NTB dan BKOW menjadi jelas: pencegahan harus dimulai sebelum kekerasan terjadi dan sebelum pernikahan usia anak menjadi pilihan. Sekolah harus menjadi tempat anak merasa aman, dihargai dan memiliki kesempatan untuk berprestasi. Perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi komitmen bersama guru, orang tua, pemerintah dan seluruh lingkungan sosial untuk memastikan generasi muda tumbuh tanpa kekerasan dan memiliki ruang yang cukup untuk meraih masa depan.(A-69)

0 Komentar