BERITA TERKINI

6/recent/ticker-posts

Ketua TP-PKK NTB Ajak Santri Siapkan Masa Depan Sejak Dini

Baca Juga

 

Lotim - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat (TP PKK NTB), Sinta M. Iqbal, mengajak para santri untuk memanfaatkan masa muda sebagai momentum membangun ilmu pengetahuan, karakter, dan kesiapan menghadapi masa depan. Ajakan tersebut disampaikannya saat mengunjungi Yayasan Darul Falah di Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, Kamis (2/7/2026).

 

Dalam dialog bersama para santri, Sinta menegaskan bahwa kesempatan memperoleh pendidikan dan pembinaan di pondok pesantren merupakan anugerah yang harus disyukuri. Menurutnya, masa remaja merupakan periode terbaik untuk memperkaya ilmu, membangun akhlak, serta mempersiapkan diri menjadi generasi yang berkualitas.

 

“Masa muda adalah waktu terbaik untuk belajar. Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk menambah ilmu, memperbaiki diri, dan mempersiapkan masa depan. Apa yang dipelajari hari ini akan menjadi bekal ketika kalian dewasa nanti,” ujar Bunda Sinta.

Ia mendorong agar pertemuan kader Posyandu bersama para ibu dilaksanakan secara rutin, minimal sekali dalam seminggu, sebagai ruang berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai kesehatan ibu dan anak. Menurutnya, kebiasaan positif dapat dibangun melalui lingkungan yang mendukung. Ia mencontohkan pengalaman di sejumlah daerah, di mana anak-anak yang semula tidak menyukai sayuran akhirnya terbiasa mengonsumsinya setelah melihat teman-temannya melakukan hal yang sama secara rutin.

 

Bunda Sinta juga menegaskan pentingnya peran kader Posyandu sebagai pendamping keluarga dalam memberikan motivasi, edukasi, serta pemantauan tumbuh kembang anak. Di samping itu, ia mengingatkan bahwa tanggung jawab pengasuhan bukan hanya berada di pundak ibu, melainkan juga membutuhkan keterlibatan aktif seorang ayah.

 

Ia turut mengimbau seluruh anggota keluarga, termasuk ayah maupun kakek, untuk tidak merokok di dalam rumah atau di sekitar anak karena paparan asap rokok dapat berdampak terhadap kesehatan dan pertumbuhan anak.

 

Sementara itu, Kepala Yayasan Darul Falah, Ustadz Awaludin, menjelaskan bahwa yayasan didirikan sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak dari keluarga pekerja migran, anak yatim piatu, anak terlantar, serta anak-anak yang kehilangan pengasuhan orang tua akibat berbagai persoalan sosial.

 

Saat ini Yayasan Darul Falah membina lebih dari 400 santri pada jenjang TK, SD, SMP, dan rumah tahfiz. Sebanyak 107 santri tinggal di asrama dengan latar belakang yang sebagian besar merupakan anak pekerja migran maupun anak yang diasuh oleh kakek dan nenek karena keterbatasan ekonomi keluarga.

 

Selain menyelenggarakan pendidikan formal dan pendidikan Al-Qur’an, yayasan juga aktif menjalankan berbagai program sosial. Selama Ramadan lalu, yayasan menyalurkan sekitar 14 ton beras kepada masyarakat di sejumlah desa dengan dukungan para donatur dari Singapura, Jerman, Inggris, dan Australia. Dalam waktu dekat, yayasan juga akan membangun 14 unit MCK di sejumlah fasilitas umum sebagai bagian dari upaya meningkatkan sanitasi masyarakat.

 

“Kami menyadari fasilitas yang kami miliki masih sangat sederhana. Anak-anak masih harus tinggal bersama dalam satu kamar karena keterbatasan ruang. Namun kami berkomitmen memberikan kasih sayang, pendidikan, dan pendampingan terbaik agar mereka tetap tumbuh menjadi generasi yang beriman, mandiri, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ujar Ustadz Awaludin.

 

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengapresiasi kontribusi Yayasan Darul Falah dalam mendukung pendidikan, pengasuhan, dan perlindungan anak. Sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, masyarakat, dan para mitra diharapkan terus diperkuat guna menciptakan generasi NTB yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing. (TIM) 

Posting Komentar

0 Komentar