Baca Juga
Nama Fazhurrahman, S.STP., M.AP, Lurah Na’e, Kota Bima, tengah menjadi perbincangan hangat. Sosok lurah muda ini viral berkat konten edukatifnya tentang pengolahan sampah yang dinilai kreatif dan inspiratif.
Kepopulerannya bahkan menarik perhatian Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj Indah Damayanti Putri.l,SE.,M.I.P. Dalam kunjungannya ke Kantor Kelurahan Na’e, Rabu (25/3/2026), Wagub yang akrab disapa Umi Dinda itu secara langsung memberikan pujian, sanjungan kepada Lurah tersebut.
“Ini pak Lurah yang lagi viral, ya,” ujarnya saat disambut Lura Na’e di lokasi kegiatan penyaluran bantuan sembako.
Tak hanya menyoroti viralitasnya, Umi Dinda juga mengapresiasi kinerja Fazhurrahman dalam merespons aspirasi masyarakat. Ia menyebut nama Lurah Na’e kerap diperbincangkan warga Bima yang berada di Lombok.
Referensi Geografis
“Luar biasa kinerja Lurah Na’e ini. Banyak warga yang meminta saya untuk berkunjung langsung ke sini,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wagub turut membagikan bantuan sembako kepada warga kurang mampu. Ia juga menjanjikan bantuan satu unit kendaraan roda tiga untuk mendukung pengangkutan sampah, sesuai usulan dari pihak kelurahan.
Sementara itu, terkait persoalan infrastruktur seperti jembatan dan drainase yang menjadi penyebab banjir, Wagub menyatakan akan membahasnya lebih lanjut. Ia meminta masyarakat untuk bersabar di tengah kondisi efisiensi anggaran.
“Permasalahan jembatan sudah pernah disampaikan oleh Wali Kota sebelumnya,” tambahnya.
Di sisi lain, Fazhurrahman mengaku bangga dan terharu atas kunjungan tersebut. Ia menyebut momen itu sebagai kebanggaan tersendiri bagi warga Kelurahan Na’e.
“Ini menjadi kebanggaan bagi kami. Kunjungan ini sangat berarti,” ujarnya.
Dalam dialog bersama Wagub, Fazhurrahman juga menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat, mulai dari perbaikan drainase, jembatan, hingga kebutuhan armada pengangkut sampah.
Ia mengungkapkan bahwa wilayah Kelurahan Na’e kerap dilanda banjir setiap tahun. Namun demikian, pihaknya memahami kondisi keterbatasan anggaran pemerintah saat ini.
“APBD Kota Bima bahkan mengalami pemangkasan hingga 30 persen,” pungkas alumi SMAN 1 Kota Bima ini.

0 Komentar